Di Tangan
Sembilan sentimeter di tangan. Satu-satunya kawan setia menawan, membuai dengan kabut putih tebal dan tarian cantik mengambang di udara kosong. Berbicara dengan bahasa yang kita tidak pernah mengerti verbal, tapi memikat hati dengan aroma bakar yang menyadarkan syaraf. Gerakan repetisi yang beraneka bentuk, kadang sama kadang beda, yang tiap hembusan dan hisapan memberi makna bagi mereka yang menyesap. Menyesap hidup, menyesap pilu. Tidak jarang tawa dan kelakar khas sahabat.
Tapi (mereka) jelas ada, di kantongku, bersama dengan pematik, bersama dengan uang sepuluh ribu. Menunggu untuk disulut, menunggu untuk dirayu.
Sembilan sentimeter di tangan, bukan gaya
Tapi cara hidup.
-
coalitiong9p liked this
-
nine-centimeter-god posted this