Nine Centimeter God

College student, a guy, straight realist free-thinker, Demonic Pride.

Ketoprak Ballad

Sendok melayang menuju mulut, berisi sejumput tauge dan bihun, plus bumbu kacang yang sedap menggoda. Tapi gerakan tanganku terhenti di udara. Di pinggir jalan, di sebuah warung makan ketoprak lima ribuan, di ruang sempit yang tak tertata. Dia lewat, dia, yang menghentikan gerakan tanganku.

Perut mulas sekejap.

Bukan takut ketahuan, bukan takut terlihat, bukan malu. Tapi lucu. Seseorang yang dulu bersama terus selama satu tahun setengah, lalu berpisah selama sepuluh bulan tanpa kontak berarti, dan dia muncul begitu saja di bawah pelupuk mataku tanpa aba-aba, ketoprak yang kukunyah nyaris muncrat.

Nyaris.

Nyaris sepiring ketoprak kujadikan tameng pelindung muka. Sialan.